DELI SERDANG|TURNBACKHOAX.NET -Terkait maraknya pemberitaan di sejumlah media mengenai Premiere Spa dan Massage di Komplek MMTC, Jl. Williem Iskandar, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang yang diduga menyediakan jasa plus-plus lokasi terpantau tidak beraktivitas.
Tutup nya lokasi tersebut dikarenakan adanya informasi esok hari akan ada aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan (AMPK) di lokasi tersebut.
Dalam surat edaran yang dilayangkan oleh AMPK ke Satpol PP Sumut salah satunya menuntut Dinas Pariwisata Sumatera Utara mencabut surat izin usaha Primer SPA dan Massage dan masih ada tuntutan lainnya.
Diberitakan sebelumnya, menurut keterangan warga sekitar kepada wartawan juga, bahwa begitu membuka pintu No 9 Blok H itu, dirinya langsung disambut seorang pria berperan sebagai resepsionis merangkap kasir, menyapanya dengan bertanya, “Mau kusuk, Bang?”, Spontan dijawab ” Iya”. Kemudian, pegawai Premiere Spa itu kembali bertanya kepadanya,” Abang, masuk kusuk aja atau All In?”.
Kalimat “Kusuk atau All In”, mengundang rasa penasaran, terutama kata “All In”. Makna dari istilah ini adalah bisa semuanya sudah termasuk, yakni segala item atau objek yang menjadi kebutuhan. Sementara dalam bahasa gaul, kata “All In”, bermakna sudah diusahakan semuanya.
“Kusuk aja, berapa?” tanya Polan, “Kusuk selama 50 menit, biayanya Rp 150 ribu. Tapi kalau abang mau All In Rp 600 ribu,”terang pria yang berperan sebagai resepsionis merangkap kasir itu. Kemudian pria itu menjelaskan layanan disediakan pada paket All In, yakni, kusuk, hisap, main plus hingga 2 kali dan berakhir mandi. Tapi, semua itu dilakukan selama dalam waktu 50 menit.
Mendengar penjelasan itu, Polan menyetujui All In, seraya menyerahkan 6 lembar uang kertas berwarna merah.
Setelah pembayaran, dirinya diminta untuk memilih perempuan yang disebut Terapis untuk melayaninya. Satu persatu, terapis dihadirkan. Bila tidak cocok, boleh diganti, sampai akhirnya, Polan yang menyamar sebagai calon pemakai jasa, memilih seorang terapis muda. Lalu dirinya dan terapis muda yang berambut lurus sebahu berinisial Y, bergerak ke lantai 2, kemudian masuk ke dalam ruangan berukuran relatif kecil, dimana pintu ruangan itu ditutup pakai kain, sedangkan bagian dalam ruangan itu tersedia kasur dan didalam ruangan itu juga tersedia kamar mandi berdinding kaca.
Sejenak, Polan memperhatikan kondisi sekitar ruangan yang cuma diterangi bola lampu 5 watt, dirinya merebahkan badan, Terapis muda yang mengaku berumur 20 tahun bergerak mengambil sabun, handuk dan keperluan lainnya. Jarum jam terus bergerak. Waktu disediakan untuk paket “All In” cuma 50 menit, sejak Terapis muda mengaku berdomisili di Kecamatan Percut Seituan ini, melucuti semua pakaian yang dikenakannya hingga aktivitas tersebut selesai.
Hingga berita ini ditayangkan dan hasil pantauan TurnBackHoax.Net dari pagi hingga menjelang malam hari lokasi terlihat tutup digembok dan tidak ada aktivitas apapun.(Red)













