DELI SERDANG|TURNBACKHOAX.NET -Miris melihat masyarakat di kabupaten deli serdang Khususnya kecamatan tanjung morawa, Gas elpiji 3 kilogram yang harusnya di peruntukan untuk masyarakat miskin malah di salah gunakan oleh para mafia migas untuk meraup keuntungan lebih besar.
Dalam pantauan awak media terlihat beberapa mobil perusahan yang berbeda-beda masuk ke gudang pengoplosan gas elpiji untuk menyuplai gas elpiji 3 kilogram sebagai bahan pengoplosan ke tabung yang lebih besar.
Bph migas dan Dirut pertamina sumatera utara harus turun tangan untuk menangkap dan mencabut izin perusahan yang sudah mendistribusikan Gas elpiji 3 kilogram kepada para mafia pengoplos di jalan lintas medan-tanjung morawa.
Hal ini sangat membahayakan bagi masyarakat sekitar dan penguna jalan bila terjadi ledakan saat para mafia melakukan pengoplosan gudang di jalan lintas medan-tanjung morawa.
Berita sebelumnya bahwa awak media sudah berjumpa dan konfirmasi dengan baragas selaku kordinator lapangan (korlap) dari gudang pengoplosan di jalan lintas Medan tanjung morawa dan gudang penimbunan Gas elpiji 3 kilogram di jalan industri, tanjung morawa B, kecamatan tanjung morawa, kabupaten deli serdang.
” Gudang itu punya kita, pemiliknya sianturi, saya hanya korlap di gudang tersebut, dulu kami buka di selambo saat gofin membuka gudang oplosan, karena gofin tidak buka lagi maka kami kibarkan bendera sendiri untuk membuka gudang oplosan dan pemainnya bekas pemain-pemain lama saat di selambo dulu” ucap baragas di sebuah kafe di tanjung morawa.
Masyarakat sekitar berinisial K mengatakan ” tiap hari mobil pickup warna hitam sering bolak-balik membawa tabung besar dan tabung elpiji 3 kilogram dari gudang di jalan industri mungkin sebagai kendaran pelangsir, kami sebagai masyarakat sangat resah dengan adanya gudang oplosan di daerah kami, pasalnya ini kawasan padat penduduk, bila terjadi ledakan tidak bisa kami bayangkan berapa banyak masyarakat yang menjadi korbannya”.ucapnya.
Kami meminta Aparat penegak hukum (APH), BPH Migas dan Dirut pertamina segera turun untuk menindak para mafia migas di tanjung morawa sebelum terjadi ledakan, agar masyarakat yang tinggal di sekitar gudang tidak banyak menjadi korban nantinya.(Red)













